Puisi ini ditulis dalam rangka mengisi buku LPJ Pengurus Asrama AlHikmah Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta Periode 2014. Karna waktu itu tidak ada yang mau unjuk tangan, yasudah akhirnya saya yang memutuskan mengisi. Maaf kalau kurang bagus. Masih belajar :)
Sepagi ini,
Sajakku berbaris menuliskan kisah.
Sembilan puluh satu jiwa, yang terangkai seatap
seasrama.
Bernamakan Al Hikmah.
Pukul lima lewat sepuluh,
Tak ada yang lebih berat dari rutinitas mengaji
setelah subuh,
Dengan terkantuk kantuk, kita paksakan untuk tetap
tegak duduk,
Khusyu’ dan tawadhu’
Berharap keberkahan tak enggan untuk masuk.
Seletih seharian,
Malam kembali mempertemukan kita
Menyuguhkan serangkaian kegiatan yang terkadang
menjemukan
Tapi tidak,
Kita bahkan tidak boleh berhenti walau bosan,
Kita tidak boleh menyerah walau payah,
Jangan tanyakan padaku mengapa,
Karna kalian tentu tahu jawabnya,
Adalah ini,
Yang kelak kita rindukan pada masanya nanti.
Adalah kisah ini,
Yang tak peduli walau diceritakan berulang kali.
Adalah kita,
Dan segala kenangan yang membersamainya.
Terimakasih untuk kesemuanya.
*oh iya, puisinya lupa tidak diberi judul. ada yang mau usul? xixixi
Sajak obat rindu kelak :D *cuma usul
BalasHapusSajak obat rindu kelak :D *cuma usul
BalasHapus