Minggu, 24 Januari 2016

No Title

Aku bosan. Setidaknya untuk saat ini.
Mendadak aku meragukan jalan yang sudah kuambil. Apakah sudah benar? Apakah tidak apa apa? Apakah baik baik saja?
Aku memang di sini. Berada ditempat dimana aku menunggui sahabatku yang sedang kesakitan. Tapi ragaku tidak. Kemarin memang iya, kurawat dia dengan segala kemampuan. Aku mengacuhkan liburan yang telah kurancang sedemikian rupa, aku mengabari keluarga bahwa aku tidak pulang untuk kali ini, aku menyerahkan semua waktuku di sini. Untuk sahabat yang benar benar aku sayangi.
Tapi rasaku kali ini, entah. Aku memang di sini, tapi aku merasa tidak berguna. Aku memang menemani, tapi tidak mendamaikan. Aku memang mendampingi, tapi aku embuhlah. Dan aku merasa seperti itulah aku. Aku membosankan memang. Tidak banyak bicara, tidak bisa mencairkan suasana, tidak bisa dewasa, tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan seabrek ‘tidak bisa’ lainnya yang menambah ketidakmenarikan-nya aku. Terkadang aku menyesalkan atas ketidakmampuanku itu. Aku lebih sering meratapi kelemahanku, dibandingkan menonjolkan kelebihanku. Dan tunggu, aku pun merasa tidak ada kelebihan sama sekali. Oke, sempurna !
Dan, beberapa hari ini aku dibayangi kematian atas sakit yang masih kusembunyikan adanya. Entah mengapa aku tidak ingin menceritakannya kepada siapapun. Mungkin ini tentang siapa mempercayai siapa. Dan aku belum bisa melakukan itu.
Aku hanya sedih saat ini. aku belum melakukan apa apa untuk orang orang disekitarku. Aku merasa tidak pernah membahagiakan mereka. Aku lebih sering menyakiti. Mengecewakan. Mungkin saja bila nanti aku sudah mati,  tidak ada yang benar-benar menangisi kepergianku. Semua tetap menangis pada momentnya, tapi untuk sebuah formalitas saja. Terdengar kejam memang, tapi kuramalkan begitulah kejadiannya.
Aku mencintai orang orang di sekitarku. Percayalah, aku mau mengorbankan apa saja untuk membuat kalian bahagia. Setidaknya jika itu mampu kulakukan. Tapi, aku terlalu naif untuk tidak bilang bahwasanya aku ‘semenyedihkan’ ini. dan malam ini, aku minta maaf untuk kalian semua. Bila kalian membaca tulisanku, sampaikan maafku pada orang orang yang mengenalku. Terimakasih.


Yogya saat sepi, 24 Januari 2016 10.43 PM

Selasa, 05 Januari 2016

Diary ElHiks

Diary ini dipersembahkan untuk elhiks, dalam rangka seru seruan aja. :D dibuat untuk mengenang moment elhiks selama satu tahun kepengurusan aku menjadi wakil ketua :) selamat membaca ..

Diary El Hikz
·         Seorang penulis mengatakan, tujuan yang sama akan menemukan orang-orang dalam perjalanan. Ciyee…yang udah nemuin pasangan ciyee. Happy wedding buat mba odit, mba paul, mba anis, mba cinu, mba niku dan juga dek ina.  Semoga keberkahan senantiasa menaungi rumah tangga kalian J yang lain, semoga lebih didekatkan jodohnya ya, semoga tabirnya segera dibukakan ya J
·         Apa sih yang lebih membahagiakan bagi orang tua, selain melihat anaknya lulus? Apalagi kalau cumlaude? Apalagi kalau cepet? apalagi kalau tercepat terbaik termuda? Eh, tapi apapun itu, happy graduation buat mba paul, mba malika, mba aini, mba aas, mba hima, mba imah, mba eni, mba itoh, mb devi, mb erna, mba susi, mba april, mb wifa, mba halimah, mba niku, mba cinu. Semoga berkah semua ilmunya.
·         Sedih sih, pas ada yang bilang ‘mba, aku minta maaf ya kalau ada salah-salah selama di sini’. Lalu keesokan harinya terlihat beberapa tas besar dan kardus kardus siap diangkut keluar asrama. Hati hati diluar sana ya gaes, kami sayang kamu. Pesan ini disampaikan untuk : sofi, ferlin, ulin, mba nuri, iah, mba fifin, windari, mba imah, mba aas, mba ekawul, mba erna, dek ina, mba aini, mba devi, bonita, nuris, mba paul, dan juga laura.
·         Malam itu, Jogja bergoyang lagi. Beberapa santri yang sedang mengaji, sudah mengambil ancang-ancang bersiap untuk lari. Maklum ya, level santri, gempa segitu selalu berhasil bikin panik. Kalau level bu nyai mah, mungkin malah ga kerasa saking khusu’ dzikirnya. Xixixi
·         Hari kesekian di asrama, tapi bingung tiada terkira. Ada apa gerangan? Rupa-rupanya toilet kita ngambek lagi pemirsa. Perasaan kemaren-kemaren baik-baik aja tuh. Duh duh, wacana kudu ngerepotin Pak Romli lagi nih -_____-
·         Tema akhsan tahun ini ‘ Mengembangkan khasanah keilmuan dengan semangat kebersamaan’. Nah kan, yang penting kan kebersamaannya. Tapi Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil menyabet juara 1 lomba voli dan senam, ditambah juara 2 lomba cerpen lagi. Bahagianyaa….
·         Tahun ini, Aena mulai masuk kuliah. Pertanyaannya adalah bagaimana kelanjutan nasib  katering kita? Haruskah kita menambah piket berjibaku membantu ibu di dapur? Asiiik, belajar jadi ibu euy, tapi Alhamdulillah, mbak sani telah siap mengambil alih. Bilang apa? Terimakasih mba saniii…
·         Apaan sih itu putih-putih di atas loteng? Ulalaa...langsung heboh semua yang di WA. Aura kemistisan seketika menyergap asrama. Ada yang penasaran, ada yang ketakutan, ada juga yang takut tapi penasaran. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, oh rupa-rupanya hanya tiang berselimut kain, kirain apah?
·         Kartini days nih guys. Mau ngapain kita? Seru-seruan yok bareng the heroes. Ga cuma cantik, heroes woman bakalan bikin kalian ga berkutik. Ngomongin apaan sih ini ?
·         Hari santri nih guys. Temen temen yok edit foto, ganti DP “dari santri untuk negeri”. Jangan lupa sampingnya di kasih foto kita yang ter-apalah apalah. Biar apah? Biar kekinian :D
·         Manaqiban mba mba, bareng bapak yak. Dengan mata merem melek, efek tadi capek, mana jalanan becek, asli ga ada ojek, duh dekkk -____-
·         Apakah yang pertama kali terlintas ketika hujan? Mantan. Eh bukan, jemuran maksudnya. Lalu bertaburanlah pesan di WA grup ‘mba mba, tolong evakuasi jemuran dong yang lagi di asrama’. ‘Jemuranku juga, punyaku juga, punya tetangga juga’. Oh salah. Pokoknya semua dong, tolongin. Dan ternyata asrama kosong. Langsung semua berasa zonk! haha
·         Sepagi ini, asrama sudah dihebohkan dengan fenomena pergoshoban. Mulai dari sepatu, sandal, helm hingga barang segede sepeda. Tapi apa iya, yang katanya tradisi santri mendarah daging ini tidak bisa hilang? Yuk lah, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang ! lets say together don’t goshob ! demi kesejahteraan kita bersama lho..
·         Daaaannn Idul adha tiba. Daging segini banyak, mau diapain ya? Lalu menjelmalah kita menjadi koki-koki handal ala cheff profesional. Untuk kemudian terciptalah berbagai masakan dengan bahan utama daging mas sap dan mbak mbing. Tuh kan, istriable banget dah. *eh

·         Pengumuman gembira bagi seluruh warga asrama, bahwasanya ex-parkir bakalan dibuka kantin. Serentak semua mengucap ‘alhamdu...lillah’. Hujan deres, kantin deket, gorengan anget, duh dek, maka nikmat TuhanMu manakah yang kamu dustakan? J alamat gagal diet iki..

Senin, 04 Januari 2016

Puisi ala Santri

Puisi ini ditulis dalam rangka mengisi buku LPJ Pengurus Asrama AlHikmah Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta Periode 2014. Karna waktu itu tidak ada yang mau unjuk tangan, yasudah akhirnya saya yang memutuskan mengisi. Maaf kalau kurang bagus. Masih belajar :)


Sepagi ini,
Sajakku berbaris menuliskan kisah.
Sembilan puluh satu jiwa, yang terangkai seatap seasrama.
Bernamakan Al Hikmah.

Pukul lima lewat sepuluh,
Tak ada yang lebih berat dari rutinitas mengaji setelah subuh,
Dengan terkantuk kantuk, kita paksakan untuk tetap tegak duduk,
Khusyu’ dan tawadhu’
Berharap keberkahan tak enggan untuk masuk.

Seletih seharian,
Malam kembali mempertemukan kita
Menyuguhkan serangkaian kegiatan yang terkadang menjemukan
Tapi tidak,
Kita bahkan tidak boleh berhenti walau bosan,
Kita tidak boleh menyerah walau payah,
Jangan tanyakan padaku mengapa,
Karna kalian tentu tahu jawabnya,

Adalah ini,
Yang kelak kita rindukan pada masanya nanti.
Adalah kisah ini,
Yang tak peduli walau diceritakan berulang kali.
Adalah kita,
Dan segala kenangan yang membersamainya.

Terimakasih untuk kesemuanya.


*oh iya, puisinya lupa tidak diberi judul. ada yang mau usul? xixixi