Aku bosan. Setidaknya untuk saat ini.
Mendadak aku meragukan jalan yang sudah kuambil. Apakah sudah benar?
Apakah tidak apa apa? Apakah baik baik saja?
Aku memang di sini. Berada ditempat dimana aku menunggui sahabatku
yang sedang kesakitan. Tapi ragaku tidak. Kemarin memang iya, kurawat dia
dengan segala kemampuan. Aku mengacuhkan liburan yang telah kurancang
sedemikian rupa, aku mengabari keluarga bahwa aku tidak pulang untuk kali ini,
aku menyerahkan semua waktuku di sini. Untuk sahabat yang benar benar aku
sayangi.
Tapi rasaku kali ini, entah. Aku memang di sini, tapi aku merasa
tidak berguna. Aku memang menemani, tapi tidak mendamaikan. Aku memang
mendampingi, tapi aku embuhlah. Dan aku merasa seperti itulah aku. Aku
membosankan memang. Tidak banyak bicara, tidak bisa mencairkan suasana, tidak
bisa dewasa, tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan seabrek ‘tidak bisa’
lainnya yang menambah ketidakmenarikan-nya aku. Terkadang aku menyesalkan atas
ketidakmampuanku itu. Aku lebih sering meratapi kelemahanku, dibandingkan
menonjolkan kelebihanku. Dan tunggu, aku pun merasa tidak ada kelebihan sama
sekali. Oke, sempurna !
Dan, beberapa hari ini aku dibayangi kematian atas sakit yang masih
kusembunyikan adanya. Entah mengapa aku tidak ingin menceritakannya kepada
siapapun. Mungkin ini tentang siapa mempercayai siapa. Dan aku belum bisa
melakukan itu.
Aku hanya sedih saat ini. aku belum melakukan apa apa untuk orang
orang disekitarku. Aku merasa tidak pernah membahagiakan mereka. Aku lebih
sering menyakiti. Mengecewakan. Mungkin saja bila nanti aku sudah mati, tidak ada yang benar-benar menangisi
kepergianku. Semua tetap menangis pada momentnya, tapi untuk sebuah formalitas
saja. Terdengar kejam memang, tapi kuramalkan begitulah kejadiannya.
Aku mencintai orang orang di sekitarku. Percayalah, aku mau
mengorbankan apa saja untuk membuat kalian bahagia. Setidaknya jika itu mampu
kulakukan. Tapi, aku terlalu naif untuk tidak bilang bahwasanya aku
‘semenyedihkan’ ini. dan malam ini, aku minta maaf untuk kalian semua. Bila
kalian membaca tulisanku, sampaikan maafku pada orang orang yang mengenalku.
Terimakasih.
Yogya saat sepi, 24 Januari 2016 10.43 PM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar